Minggu, 25 September 2011

ketika jiwa ni merenumg mencoba mnikmati penghambaan batin pada sang cinta,sejenak terusik renungan galau naluri sunyi yang terkungkung dalam penjara nafsu.Teriakan-teriakan yang bagai jarum hujan yang menghujam serpihan tipis kegalauan yang sobek tergerus badai keterasingan.
Aku menyesali penghambaan tak bertuan ku.menyalahi jeritan kebisingan jiwa yang mengajakku untuk pergi dari sepi yang tak berujung..



Merasakan siksa pasungan kebencian yang tak bernurani.Mencoba menikmati keadaan cinta yang melemahkan jiwa,raga,dan segenap perasaan ku,Cinta yang melumpuhkan hidup dan masa depan ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar