ketika jiwa ni merenumg mencoba mnikmati penghambaan batin pada sang cinta,sejenak terusik renungan galau naluri sunyi yang terkungkung dalam penjara nafsu.Teriakan-teriakan yang bagai jarum hujan yang menghujam serpihan tipis kegalauan yang sobek tergerus badai keterasingan.
Aku menyesali penghambaan tak bertuan ku.menyalahi jeritan kebisingan jiwa yang mengajakku untuk pergi dari sepi yang tak berujung..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar